Kemiringan kiblat adalah 15 derajat dari Masjid Cut Meutia

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Masjid Chemetya adalah perusahaan konstruksi selama periode NV De Bouwploeg (NV De Bouwploeg) di Hindia Belanda yang dikembangkan oleh Peter Andrea Jacobs (PAJ) Moojen kepemimpinan. Daerah Menten disebut Gondodiya Baru. Awalnya, bangunan itu tidak dirancang sebagai tempat ibadah.

Baca: Sejarah masjid tertua di Nigeria dimulai pada 1894.

Saat memasuki masjid, arah kiblat yang masuk dari area sholat berbeda dengan arah bangunan. Kiblat miring 15 derajat ke kanan. Platform konferensi dipisahkan dari kios tempat pastor membimbing doa. Pemimpin pemuda Islam (Rika) dari Masjid Chet mengatakan: “Alasan mengapa ziarah kami tidak condong karena awalnya tidak dibangun untuk masjid, tetapi karena itu dibangun untuk kantor.” Minggu (17/5) Meutia Muhammad Husein di Tribune Network.

Hussein mengatakan bahwa sebelum tengah gedung, ada tangga besar, yang kemudian ditarik karena dianggap terlalu banyak memakan ruang dan mengganggu dinding. Area doa. Tangga menuju lantai dua telah dipindahkan ke bagian depan masjid.

Baca: MUI mengomunikasikan konflik kebijakan pemerintah ketika berhadapan dengan Covid-19 di tempat-tempat umum dan masjid- “Sekarang, tangga bergerak maju pertama ke tengah, tetapi tangga di depan tidak akan mengubah” gaya “tangga tua,” Hussein menambahkan.

Bacaan: 4 masjid tertua adalah bangunan bersejarah Islam di Indonesia.

Tangga yang tersisa yang terhubung ke cabang tangga meluas ke lantai atas, tepat di atas mimbar di podium, didekorasi di dinding. Dengan teks kaligrafi yang indah

Dari luar, Masjid Chemetya tidak dianggap sebagai masjid. Dari balkon dengan jendela Anda dapat melihat bangunan Art Nouveau dalam gaya arsitektur Eropa, yang populer dari tahun 1880 hingga 1920.

“Karena itu adalah tradisi budaya, Hussein memasuki bangunan Masjid Chetmetoya dan berkata:” Bentuk bangunan tidak boleh diubah. “Baca: Nilai sikap pemerintah MUI yang saling bertentangan: Larangan berkumpul di masjid, bukan zazazaza di pusat perbelanjaan dan bandara yang ramai saat Ramadhan Jazz. Jika Anda berada di daerah Gondodiya di Jakarta Pusat, Anda akan melihat Kerumunan. Secara umum, orang-orang yang suka memasak dan bersantai akan sangat senang berada di dekat Masjid Cut Meutia. Ada banyak pedagang yang menjual makanan. Termasuk selama Ramadhan.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan, dan Langsung berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (SSI, Lc) -Kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com- Update di bagian Konsultasi Islam Tribunnews.com Informasi lebih lanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *