Satpol PP mempertahankan patroli dan kesejahteraan warga Sahur di jalan berbahaya yang dicabut

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tidak hanya polisi, tetapi juga anggota Kepolisian Pelayanan Publik Jakarta juga akan sangat menindak mereka yang masih bertekad untuk memimpin SOTR oleh Tamo Sejabat ( Tamo Sijabat) mengatakan bahwa kegiatan tahun ini selama bulan Ramadhan. –West Jakarta Kasatpol PP menyatakan bahwa operasi itu dilakukan sebelum kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB), yang meminta masyarakat untuk tidak melakukan banyak kegiatan di luar rumah. -Tamo Sijabat (Tamo Sijabat) mengatakan kepada tim media pada hari Minggu (26 Juni 2020): “Untuk Sahu di jalan, kami tentu saja melarang menggunakannya dengan polisi dan TNI. Kami menarik poin utama.” Biasanya Ini dapat menyebabkan anarki, seperti sering berkelahi selama puasa.

Karena itu, partainya akan mengatur patroli di beberapa lokasi di mana warga memegang SOTR.

Selama CTRS, peserta SOTR akan diancam dengan pencabutan terkait manfaat. Dia mengatakan: “Ketiga pilar ini, serta polisi dan TNI, setuju untuk mengambil tiket. Jika kita membutuhkan KTP, kita menyita, kita akan memeriksa apakah penerima telah menghentikan bantuan.”

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? ? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut tentang bagian konsultasi Islam Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *