Shalat Idul Fitri dilakukan sendirian di rumah, menjelaskan hukum dan validitasnya

TRIBUNNEWS.C0M-Seperti yang kita semua tahu, apakah di masjid atau di lapangan, pelaksanaan sholat Idul Fitri selalu dilakukan dalam pertemuan tersebut. Upaya untuk mencegah penyebaran epidemi dan melindungi keselamatan jiwa manusia yang dilakukan di masjid / Musholla dan di alam liar adalah alasan untuk sholat Idul Fitri dilaksanakan secara mandiri atau di rumah mereka sendiri. Bagaimana hukum melakukan sholat Idul Fitri sendirian di rumah? harakah.id mengutip validitas dari penjelasan berikut:

Shalat Idul Fitri adalah salah satu Muslim dalam Islam.

Baca juga: https: // harakah. id / hukum-shalat-idul-fitri-sendiri -di-rumah-saat-pandemi-apa-boleh-dan-sah /

Di sekolah Syafi’i, doa ini diterima oleh Hadits hukuman. — -Syekh Abu Syuja’Al-Syafi’i mengatakan dalam buku “Matan Taqrib” bahwa

– ia dieksekusi dua kali rak’ah. Dalam rak’ah pertama, selain takbiratul ihram, satu orang juga melakukan takbi tujuh kali. Dalam ibadah kedua, selain berdiri, seseorang membaca Tabik lima kali (Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayat Al-Ikhtishar, halaman 148).

Apa pendapat Anda tentang l’Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung di konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (S.S.I, Lc) -Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com- untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian konsultasi Islam Tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *