Imbalan puasa di bulan Ramadhan bersifat rahasia, hanya Tuhan yang tahu

TRIBUNNEWS.COM – Puasa Ramadhan adalah acara ibadah yang sangat istimewa, sangat istimewa, Allah bahkan memberikan ganjaran bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Setiap ibadah diperlukan, dan identitas Ekaristi memiliki hak istimewa sendiri selama puasa. Pandangan Tuhan.

Setiap Islamis yang cepat, itu berarti bahwa ia mengendalikan keinginan, keinginan dan tidak bermoral hanya karena Allah, jadi bersiaplah untuk merasakan kebahagiaan luar biasa nanti di Hari Penghakiman

Dilaporkan oleh Harakah. id, puasa adalah kultus khusus, ia memiliki lebih banyak hak istimewa dan kebajikan daripada kultus lainnya.

Harap baca juga: https: // harakah.id/apa-theprivacy-fasting-just-allah-swt-merahasi-reward/

Puasa, terutama selama bulan Ramadhan, menggabungkan ibadah pribadi dan masyarakat Bentuk ibadah. Seseorang juga harus mengendalikan banyak hal yang berkaitan dengan kebiasaannya sendiri.

Abu Juan Lara (Abu Hurairah) mengatakan Nabi Muhammad SAW referensi yang berhubungan dengan hadits puasa:

الصومليوأناأجزيبهيدعشهوتهوأكلهوشربهمنأجليوالصومجنةوللصائمفرحتانفرحةحينيفطروفرحةحينيلقىربهولخلوففمالصائمأطيبعنداللهمنريحالمسك

“Allah berfirman puasa adalah saya, saya segera akan reward Beberapa orang berpuasa sebagai perisai, dan ada dua orang yang berbuka puasa: kebahagiaan saat putus dan kebahagiaan saat bertemu Tuhan; aroma orang yang berpuasa lebih harum dalam aromanya. “(Lihat laporan Bushili)

Dalam Hadits di atas, Quidi menunjukkan bagaimana sekte Allah sangat menghormati mereka yang berpuasa dan menggabungkan berbagai kebajikan. Salah satunya adalah rahasia pahala Tuhan bagi mereka yang berpuasa.

“Karena puasa adalah untuk saya, jadi saya adalah satu-satunya yang dapat diganjar.” Imbalan dari Allah SWT membuktikan bahwa puasa adalah jenis ibadah khusus, dan harganya hanya Ditentukan oleh Allah. Ini juga membuktikan bahwa di balik tindakan cepat kita, ada hadiah besar yang menunggu untuk dihargai.

Mengapa Tuhan menghormati begitu banyak orang yang berpuasa? Tuhan menjawab: “Karena puasa seseorang siap untuk melepaskan keinginan untuk makan dan minum, dan mengabaikan gumaman semua keinginannya.” Karena itu, Tuhan memberikan pujian tertinggi. Orang yang berpuasa. –Seorang yang berpuasa dalam Islam, yang berarti bahwa ia mengendalikan hasrat, keinginan, dan emosi tidak bermoral hanya karena Allah, sehingga ia siap untuk menemuinya nanti pada Hari Penghakiman dan mengalami kebahagiaan luar biasa Dewa yang dia sembah.

Tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *