Sejarah panjang Masjid Lautze: Seminggu kemudian, Pak Habibie menelepon

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Masjid Lautze tidak memiliki kubah. Arsitektur masjid ini memiliki warna yang unik: merah, kuning, hijau. Itu mengingatkan kita pada sebuah kuil. Dilihat dari pembangunan bengkel, pusat penyebaran Islam pada komunitas Tionghoa di Jakarta bergema.

Masjid Lautze terletak di Jalan Lautze 87-89 di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lokasinya berada di antara toko dan gudang. Dari bagian depan bangunan terdapat kanopi seperti atap candi. Papan tulis menunjukkan tulisan-tulisan Yayasan Kareem Oy.

Baca: Kepala Inspektur Kepolisian Daerah Jawa Timur, Sahroni, memanggil Fadil Imran (Fadil Imran) dan sering memaparkan kasus-kasus besar – ukuran masjid hanya sekitar 100 meter. Toko itu berdiri di sana, dan Anda bisa melihat kabel-kabelnya mencuat di depan. Masjid ini terdiri dari empat lantai: lantai pertama dan kedua dari kapel, lantai ketiga dari Aula Sekretariat dan lantai empat aula multifungsi.

Dekorasi masjid memiliki karakteristik Cina. Dinding sembahyang berwarna kuning dan putih dihiasi kaligrafi di dekat mimbar masjid yang merupakan campuran seni Arab dan Cina. Kaligrafi Shu Fa menonjol di white paper.

Baca: Rabu, 6 Mei 2020. Awas, 13 Daerah Bisa Hujan dan Angin Lebat

Sebelum Corona atau Pandemi Covid-19, Kita Anda akan melihat ratusan warga Tiongkok berdoa bersama. Sebagian besar orang yang berdoa di Masjid Lautze adalah warga negara Tionghoa yang beragama Tionghoa atau masuk Islam.

Masjid Lautze memiliki sejarah yang panjang. Ketua Yayasan Haji Karim Oei H Ali Karim Oei (65 tahun) mengatakan, masjid ini dibangun pada 1993. Dua tahun setelah berdirinya Yayasan HajiKarim Oei.

Bacaan: PSMS Medan Akan Memberikan Penghormatan Kepada Pemain THR Satu Minggu Sebelum Lebaran

“Awalnya Toko Ini Disewakan Untuk Ibadah. Ini Juga Sebagai Ajaran Agar Orang Tionghoa Memahami Islam Tanah, “kata Ali kepada Tribun Network. — Ali berkata bahwa dekorasi sengaja berbeda dengan candi. Karena itu, orang Tionghoa hanya mau datang untuk mencari ilmu. Ali menambahkan: “Bayangan dekorasi China bisa membuat warga China betah sejak mereka tiba.” Di panel, masjid tersebut dipasang sebagai presiden ketiga Republik Indonesia, Baharudin Zhusuf (BJ) Habibie. ) Memimpin upacara pembukaan. Ada cerita dibaliknya. Menurut Ali, mereka tidak bisa membayar bunga ke bank.

Pada saat itu, ia menulis surat kepada Soeharto, presiden kedua Indonesia. “Akhirnya, saya menulis surat kepada Pak Harto dan memberi tahu kami tujuan kami untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Ali Karim. .

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung dengan Ust’s Islamic Consultation. Zul Ashfi, S.I. Lc

Kirim pertanyaan Anda ke consult@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Kolom Konsultasi Islam Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *