Kisah puasa Indonesia di Jepang: Guru bingung bahwa anak-anak Wina tidak makan saat makan siang

Laporan reporter Jepang Richard Susilo dari Tribunnews.com-Tokyo Tribunnews.com-Bulan puasa Ramadhan di Jepang sangat sulit karena periode ini jauh lebih lama dibanding puasa di Indonesia.

Abbigeri Winanti merasakan hal itu, warga negara Indonesia yang telah tinggal di Jepang sejak tahun 2003.

“Karena lamanya puasa, maka puasa bulan ini di Jepang juga sangat sulit. Tapi alhamdulillah, anak-anak saya sudah mulai belajar puasa dan separuhnya sejak usia 1.

Ada tiga anak di Wina , Anisa, Preeti dan Divest. -Menurut Wina, ketiga anak ini sudah terbiasa dengan puasa yang dia ajarkan karena mereka masih sangat kecil dan Dia berpuasa di SD. Ketika melihat putra dan putrinya di Wina berpuasa, gurunya terkejut, sedangkan anak-anak yang lain menggunakan bento dan makanan sekolah untuk makan siang.

“Anak TK saya sudah puasa Naik. Guru terkejut karena dia tidak punya apa-apa untuk dimakan. Saat makan siang. Lalu saya jelaskan kepada guru bahwa kami ini Muslim, dan mereka mengerti, “katanya. Anak-anak di Jepang tidak mengerti Islam dan kaget melihat anak-anak yang tidak makan.

” Mungkin anak saya salah. Saya lagi sakit, mungkin tidak enak badan, jadi tidak mau makan, ”kata Wiener.

Punya pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Bisa langsung request dan konsultasi konsultasi Islam Ust. SSI Zul Ashfi , Lc

Untuk mengirimkan pertanyaan, silakan kunjungi consult@tribunnews.com-Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *