Kondisi cuaca ekstrim di Finlandia utara: hanya 25 menit pada malam hari

TRIBUNNEWS.COM Finlandia-Muchammad Tholchah (41 tahun) berbagi kisah puasa dari 1.000 danau. Sudah hampir tiga tahun sejak dia belajar di Kepulauan. Dia telah bersama keluarganya sejak 2018, tinggal sementara di bagian utara Benua Biru. Setelah lima kali gagal, dia mendapatkan beasiswa.

“Saya ahli catur. Daftar beasiswa sudah gagal sebanyak lima kali. Berkat doa guru, teman, keluarga, dan tetangga, saya dinyatakan lulus Alhamdulillah, jadi yang keenam saja memungkinkan, Torcha ( Kata Tholchah di forum tersebut.

Baca: Roy Kiyoshi (Roy Kiyoshi) positif Benzo ditangkap setelah ditembak dan ditemukan 21 obat psikotropika di rumahnya. Membawa keluarganya, Dan menyekolahkan anak-anak mereka. Menurut Tholchah, di Finlandia, sekolah anak-anak gratis dan pendidikan di sana bagus, jadi Tholchah sering belajar di Finlandia.

Tholchah harus beradaptasi dengan Tholchah baru berkata, di musim panas, yaitu Di bulan Mei, Juni, dan Juli, hari-hari di sana semakin lama. Beberapa menit berlalu. Minggu terakhir Ramadhan sekitar 20 jam. Puasa beberapa jam.

Yang paling ekstrim menurut Tholchah Katanya di Finlandia utara. Apalagi tahun 1985 di mana Sinterklas “mendirikan kantor” di Rovaniemi, ibu kota Lapland .

“Dia mengatakan bahwa Rovaniemi adalah yang paling ekstrim di Finlandia utara. lokal. Tholchah menambahkan bahwa hampir tidak ada malam di bulan Juni. Malam hanya berlangsung sekitar 25 menit. Bagi Tholchah, puasa di Finlandia adalah sebuah tantangan. Begitu pula seruan doa tidak lagi terdengar. Berbeda ketika Tholchah tinggal di Ciputat selama 7 tahun. Saat bulan puasa, ada semacam keseruan.

“Seseorang pasti adzan, bangun, ada yang bisa membuat kita mudah terbangun, dan disini kita benar-benar terorganisir karena tidak ada adzan. Dia berkata:” Apakah kamu punya pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? ? Anda bisa bertanya dan berkonsultasi langsung di Islamic Consultation in Ust. , SSI, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke consult@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Kolom Konsultasi Islam Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *