Kejuaraan Pacuan Kuda Nasional membatalkan kekecewaan Ketum Pordasi DKI Jakarta

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Alex Asmasoebrates, Ketua Pordasi DKI Jakarta, meminta polisi menanggapi tegas penarikan Kejuaraan Balap Kuda Nasional Pordasike 54 untuk memperebutkan Piala Presiden di Yogyakarta. — Pasalnya, kejuaraan nasional yang akan dimulai pada 5 Oktober 2020 telah berakhir. Izin dari kepolisian, kelompok kerja Covid-19 dan KONI tiba-tiba dibatalkan tanpa ada peringatan sebelumnya.

“Saya sangat kecewa, mengapa acara olah raga ini dibatalkan setelah saya mendapatkan ijin dan mematuhi peraturan sanitasi, nomor ijin Kepolisian RI di Daerah Istimewa Yogyakarta: B / SI / 70 / VIII / YAN .2.1. / 2020 / INTELKAM, termasuk memenuhi persyaratan pengajuan izin kegiatan yang diajukan oleh pemohon, kegiatan yang akan dilakukan tidak dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama di mana kegiatan itu dilaksanakan, tetapi tiba-tiba saja terjadi. Alcan diblokir tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga sangat menghina Presidents Cup, ”ujar Alex Asmasoebrate. Itu sebabnya acara olahraga terhenti, padahal pilkada sudah berjalan. .

Hal ini dikonfirmasikan setelah polisi setempat (Polda Yogyakarta) mencabut izin kegiatan.

Nomor izin kegiatan adalah B / SI / 70 / VIII / YSN.2.1. / INTELKAM tanggal 19 Agustus 2020/2020 harus ditarik oleh aparat keamanan. Pandemi COVID-19 menjadi alasan pencabutan izin.

Selanjutnya, polisi mengirimkan surat ke Yogyakarta (Pordasi Yogyakarta) pada tanggal 30 September 2020. Mereka memerintahkan pembatalan kejuaraan nasional hingga diumumkan keadaan bisa berubah dari pandemi COVID-19-mereka menjelaskan bahwa pemerintah telah membuat kesepakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya dengan membatasi aktivitas di luar rumah.

“Ditintelkam Polda DIY memiliki setiap proposal atau izin keramaian dan sertifikat yang belum diterbitkan / dikeluarkan. Notice of Acceptance (CUPW). Izin yang diterbitkan telah dicabut dan dinyatakan” tidak berlaku “, tertulis di Pengda Pordasi DIY Untuk surat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *