Kemenpora beri lampu hijau, PP Pelti kembali memiliki pelatnas: khusus untuk atlet putri

Wartawan Tribunnews.com Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan, Jakarta-TRIBUNNEWS.COM-Kemenpora mengizinkan olahraga mengubah kurikulum kebatinan, namun syaratnya regulasi kesehatan yang diumumkan sebelumnya harus dipatuhi. Kini, dengan kembali ke pemusatan latihan nasional di kawasan GBK, khususnya bidang putri, pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mulai merealisasikan hal tersebut.

“Kita mulai latihan minggu lalu. Makanya, hari ini kita adakan kompetisi internal. Hanya antar atlet, tapi antar putri. Total ada 6 atlet,” Presiden PP Perti Rildo Ananda Anwar mengatakan kepada wartawan. Ia disebut sebagai kabar terbaik pandemi virus corona- “Bukan anak laki-laki. Minggu depan mungkin karena sebagian besar masih di kota. Tapi mereka masih latihan mandiri,” ujarnya. Salah satunya akan mengecek suhunya saat memasuki kawasan GBK.

Selain itu, PP Pelti juga memiliki tata cara kesehatan lainnya.

Setahu kami Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mengeluarkan regulasi kesehatan, namun teknologi ini (khususnya Kemenpora) hanya bisa digunakan untuk olahraga.

“Oleh karena itu harus dijaga sebersih mungkin. Kita masuk ke GBK dan cek dulu suhunya. Setelah itu, kita pakai aturan kesepakatan kita sendiri,” ujarnya.

Mengenai penyelenggaraan pertandingan tersebut, Rildo belum menunggu instruksi dari Federasi Tenis Dunia (ITF). Karena tidak ada kontak fisik maka resiko penyebaran Covid-19 sangat kecil, dan satu-satunya kendala adalah jika ada persaingan, apa yang akan terjadi pada penonton di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *