Bagaimana Aries Susanti membawa diri ke puncak prestasi

Reporter Jakarta Tribunnews.com Abdul Majid (Abdul Majid) mengabarkan – Pemanjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu sukses mencetak rekor dunia di IFSC China Rock Climbing World Cup 2019 dengan waktu terbaik 6,9 detik.

Setelah itu, nama Aries tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di dunia. Faktanya, julukan Spiderwoman yang didapat sejak 2018 semakin mendarah daging di Aries.

Namun, Aries mengatakan bahwa berbagai prestasinya belum terbuang percuma. . Ia tahu, ke depannya akan ada atlet lain yang bisa memecahkan rekor dunianya.

Baca: Kata-kata yang Bikin Aries Susanti Menderita di Kejuaraan Panjat Tebing Dunia 2019 – “Menurutku, semua orang butuh waktu. Kemarin jadi aku lagi, dan tahun depan boleh tetap jadi aku, tapi aku tidak tahu ke depannya. Seseorang pasti telah mencetak rekor baru, “kata Aries dalam percakapan informal dengan Eiger, Kamis (13/8/2020). “Kapanpun saya mengikuti kompetisi, saya tidak menganggap diri saya sebagai juara pertama karena juara hanya naik podium setelah naik podium. Ya, dulu dia juara,” lanjutnya. -Mengenai rekor 6,9 detiknya, Aries sendiri mengira akan ada atlet yang memecahkan rekornya, karena ia mencatatkan 6,8 detik saat latihan. –Orang yang ingin dipecahkan Aries itu dari atlet Indonesia, bukan dari luar. “Rekor internasional masih sangat bagus (terpecahkan). Saya berlatih selama 6,8 detik di tahun 2018. Jadi saya yakin saya bisa selalu. Kalau ada yang memecahkan rekor saya, itu bagus, tapi harus dari Indonesia, itu buat saya. Dia bilang: “Tidak ada atlet luar. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *