MAKI mendorong Kejaksaan Agung menyelesaikan kasus hibah KONI 2017

Laporan wartawan Tribunnews.com Glary Lazuardi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Koordinator Ikatan Pemberantasan Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan korupsi dengan bantuan dana KONI Kasus (tikpor). Dalam anggaran tahun 2017 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurutnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin harus berkomitmen untuk menyelesaikan kasus tersebut secara jelas dengan menyetujui peninjauan kembali eks Jampidsus Adi Toegarisman. -Bekerja keras untuk menyelidiki kasus ini, katanya itu harus dilakukan agar tidak menimbulkan masalah biadab. – “Segera diakhiri, karena mencegah masalah menyebar. Dengan asumsi ada, jika tidak ada, maka tidak ada,” kata Boyamin, Rabu (27/5/2020).

Dia menjelaskan, kasus ini perlu dilakukan penyelidikan menyeluruh.Selain peninjauan internal oleh Kejaksaan Agung, Kdi juga akan memeriksa Adi Toegarisman.

Meski Kejaksaan dan KPK sedang mengusut kasus yang melibatkan Kementerian Kehakiman. Kementerian Pemuda dan Olahraga dilaporkan berbeda dalam perilaku kriminal.

Ia mengungkapkan, Kejaksaan menangani kasus hibah KONI 2017.

KPK sendiri mengkaji kasus terkait belanja anggaran yang tidak terpakai pada 2018. “Karena itu, ada dua kasus yang memang berbeda pada 2017 dan 2018”, ucapnya. Pertanyaan dalam Undang-Undang Kejaksaan tentang interogasi terhadap jaksa yang menjalankan tugasnya harus disetujui secara tertulis oleh ketua jaksa. -Saat itu (Adi Toegarisman, -red) masih menjabat, meski sekarang sudah pensiun. Nanti kita periksa apakah Jaksa Agung juga sudah memeriksa Jampidsus lama, ”imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *