Hasil kompetisi internal PBSI tidak menunjukkan hasil pelatihan yang cukup untuk mengikuti kompetisi besar

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kompetisi internal PBSI telah usai.

Final tunggal putri antara Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani merupakan laga penutup acara. Evaluasi dari game ini, terutama performa para pemain muda.

Dia berharap para pemain muda bisa mengejar ketinggalan dengan para pendahulunya.

Bacaan: Gregoria Mariska Tunjung tak ingin mengulang hasil buruk di laga kandang PBSI

“Sebagai evaluasi pemain muda, fisik dan kematangan strategi stadion harus ditingkatkan,” kata Budiharto di Tribunnews Demikian disampaikan dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/7/2020). Ada kesepakatan kesehatan 20% sepanjang turnamen.

Dengan cara ini, pertandingan kejuaraan yang berlangsung selama hampir satu bulan dapat diselesaikan dengan sukses.

“Pertama-tama, kami harus mengucapkan terima kasih kepada kejuaraan. Sesuai dengan tujuan awal, kami berharap dapat menyediakan arena bagi para atlet yang sudah lama mengikuti latihan dan berkontribusi pada fakta bahwa latihan selama ini masih kurang untuk mengikuti kompetisi skala besar”, ” Budiharto mengatakan, ‚ÄúPanitia berharap ada kesepakatan kesehatan dalam kejuaraan ini. Kita bisa mengikuti kompetisi 90%. Beberapa hal akan dievaluasi lagi, salah satunya petugas tidak terbiasa menggunakan masker wajah agar bisa terus melakukannya. Buat penilaian, “lanjutnya.

Setelah itu, PBSI akan kembali menggelar turnamen serupa yang dijadwalkan untuk Piala Thomas dan Piala Uber 2020. Rencananya akan diadakan di Aarhus, Denmark mulai 3 hingga 11 Oktober 2020.

Game simulasi Piala Thomas dan Piala Uber akan digelar di Stadion Nasional Chipapong pada awal September 2020. Atlet akan dibagi menjadi beberapa grup menggunakan pertandingan setengah lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *