Senam menyambut hari osteoporosis

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dinas Olahraga Pemuda (LPDUK) beserta anak usahanya SPPOI-Eminence mendukung Virtual Osteopathic Gymnastics Festival dan kegiatan lainnya dalam rangka memperingati Hari Osteopatik Nasional 2020. (PB Perwatusi), dan dengan dukungan berbagai instansi pemerintah dan swasta, acara ini dipromosikan dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah pada Selasa (20 Oktober 2020). Perhatikan osteoporosis atau kerapuhan tulang dini di seluruh negeri. Untuk mencegah kerapuhan di pintu masuk lansia (lansia) yang menyebabkan patah tulang, perlu diramalkan sesegera mungkin.

Di antara wanita berusia di atas 50 tahun, sepertiga wanita dan seperlima pria akan mengembangkan osteoporosis. Fraktur yang disebabkan oleh osteoporosis dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

Oleh karena itu, pencegahan osteoporosis di Indonesia harus dioptimalkan dengan kerjasama pemerintah, swasta, dan masyarakat luas.

Senam Gebyar dan diskusi melalui aplikasi Zoom menarik hampir 500 peserta. Acara ini juga disiarkan secara langsung di stasiun TV LPDUK yutube.

Selain LPDUK dan Pusat Peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia (SPPOI) -penting, kegiatan PB Perwatusi juga didukung oleh Kementerian Pemuda. Dan Kementerian Olahraga, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Biro Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Selain itu, Entrasol, Kalcare, Biocalci, Poernomo Yusgiantoro Center dan dukungan sektor swasta lainnya-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kemenkes) Kementerian Kesehatan mengakui bahwa Achmad Yurianto harus dipantau oleh remaja dan remaja untuk osteoporosis.

“Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada 200 juta penderita osteoporosis di dunia. Padahal menurut data Perosi,” kata Achmad Yurianto. Achmad Yurianto menggambarkan kasus osteoporosis pada wanita usia 50-70 tahun sebanyak 23%. Di antara wanita di atas 70 tahun, proporsi ini adalah 53%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *