Indonesia sama sekali tidak memberlakukan peraturan anti doping

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Atlet olahraga Indonesia masih memiliki sedikit pengetahuan tentang penerapan regulasi anti doping.

Hal ini menunjukkan masih adanya boikot olahraga terhadap program LADI (Asosiasi Anti Doping Indonesia), termasuk prosedur out-of-competitive sampling (pengujian out-of-competitive) -bahkan, out-of-competitive sampling yang dilakukan oleh LADI adalah WADA (World Anti-Doping Association) Aturan Asosiasi Doping harus diterapkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dr. Dr. Dr., Director of Testing LADI, mengatakan: “Ini juga perlu terus disosialisasikan, tidak hanya LADI.” Junaidi dari Sp.KO, di Royal Kuningen Jakarta, Jumat (23/10/2020) malam. Di sela-sela kegiatan “sosialisasi anti doping” yang digelar di hotel.

Dijelaskannya, sebenarnya regulasi yang berlaku terhadap LADI anti doping memang dirancang agar atlet Indonesia bisa mengikuti kejuaraan internasional.

Jika LADI tidak mematuhi aturan yang ditetapkan oleh WADA, termasuk pengambilan sampel di luar kompetisi, maka Indonesia akan dinyatakan “non-compliant”. Tidak mengikuti aturan.

Jika demikian, atlet Indonesia terancam tidak bisa mengikuti kompetisi internasional.

“Oleh karena itu prosedur pengambilan sampel eksternal tetap harus dilakukan. Dr. Zain Khadafi Saragih Sp juga mencontohkan bahwa secara umum penanggung jawab pengumpulan dilakukan melalui stimulan.“ Regulator dari negara lain ”tegas Junaidi Sp Dr. KO, President Radi International KO .

Pada pertemuan pertama bakti sosial ini, Zaini menyampaikan pentingnya upaya mereka untuk membujuk para atlet dan atlet agar mengambil darah dari sampel atlet Ia mengatakan yang lebih mengkhawatirkan adalah hal ini cenderung mengurangi risiko doping. Doping tidak pernah dibahas secara serius. Ternyata tidak ada penjelasan sama sekali di NCT, ”ujarnya. Dia berkata, mengacu pada hukum tentang sistem. Atlet nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *