10 kampanye Menpora untuk pemangkasan di PON 2020: panitia tidak menginginkannya, kami tidak bisa memaksanya

Reporter Abdul Majid dari Tribunnews.com di Jakarta-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpra) Zainudin Amali tidak dapat memaksa organisasi 10 acara dalam Pekan Olahraga Nasional 2020 (PON) ) Tidak berpartisipasi dalam olahraga selama kompetisi.

Reporter itu diberitahu pada pertemuannya yang diadakan pada Kamis (3/12/2020) di Kementerian Pemuda dan Olahraga Senayan, Jakarta. “Jika tidak ada (10 sports rouge), PON akan selalu mencapai konsensus. Panitia utama PON tidak menginginkannya, jadi kami tidak akan memaksanya,” kata Zainudin Amali.

Papua PON 2020 diadakan dari 20 Oktober hingga 2 November dan berpartisipasi dalam 37 dari 47 olahraga yang ada.

Gerakan ke-10 juga menimbulkan kontroversi.

Bahkan untuk memastikan bahwa olahraga ini tetap kompetitif, Menteri Pemuda dan Olahraga, bersama dengan Presiden KONI Marciano Norman, mengamandemen Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2007, yang melibatkan penentuan satu atau lebih pemerintah provinsi Keputusan untuk menjadi tuan rumah olahraga. Implementasi SOP. , Menpora juga menginformasikan bahwa upaya itu tidak disetujui oleh PB PON Papouasie. Idola Persib Bandung tidak lagi berjabat tangan dan mengambil foto narsis

Baca: Takdir Takdir Trio membatalkan keanggotaan Persib: Makan anyelir belum menang

Saat ini, apa yang masih harus dilakukan, menunggu pengumuman resmi Memutuskan. – “Ya (tidak bisa memaksakannya. Ya, kita harus berdialog dengan PB PON, tetapi PB PON mengajukan keberatan, jadi kita tidak bisa memaksanya. Kami mencoba mengubah PP (peraturan pemerintah) di sini pada waktu itu,” Menteri Pemuda dan Olahraga Jelaskan, “Nanti, di KONI Center (mengerti), siapa yang akan mengumumkan berita ini, lanjutnya.

Pada saat yang sama, tentang persiapan kerja di bidang instalasi, sampai Menpora masih berjalan dengan baik.” “(Persiapan instalasi-red) Itu sangat aman. Kemarin kami berkoordinasi dengan aman dengan Departemen Koordinasi Kementerian Perhubungan, tidak ada masalah, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *