Tiga pengadu dari Majelis Nasional Perbasi bersiap untuk berpartisipasi dalam proses hukum yang lebih tinggi

Laporan dari TribunJakarta.com, reporter Wahyu Septiana-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PP Perbasi Pengadu hasil tinjauan nasional 2019 harus menggigit jarinya setelah diberhentikan oleh Komisi Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) pada 2 Juli . 2020

– Pengadu terdiri dari Hisia Martogi Lumban Gaol (di daerah sukses liga utama dan divisi mahasiswa Perbasi pada 2015-2019), Samuel B Pasolang (kota) merupakan administrasi Perbasi di Jakarta Utara) dan Agus Slamet Riadi (direktur “Cianjur Pengcab” setiap hari). Seperti yang Anda ketahui, pengadu mengusulkan untuk membatalkan hasil Konferensi Nasional 2019 dari Asosiasi Bola Basket Nasional Indonesia (Perbasi). Pada saat itu, persyaratan mensyaratkan bahwa calon potensial harus didukung oleh 15 administrator provinsi (Pengprov). — Ini dianggap sebagai pelanggaran peraturan, karena Pengprov hanya mencatat 34 etua Perbasi.

Namun, ketiganya tidak memberikan instruksi yang salah dan akan terus mengajukan gugatan di bidang hak yang lebih tinggi. -Salah satu pengadu Hisia Martogi Lumban Gaol mengatakan bahwa mereka akan terus memperjuangkan keadilan untuk menjaga keadilan. benar.

“Hukum masih berlaku, keadilan harus dijaga, dan kebenaran harus diungkapkan. Karena itu, kami mengambil langkah hukum berikutnya,” kata Hisia Martogi Lumban Gaol, Rabu (8 Agustus 2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *