Dalam pandemi Covid-19, elevator Eko Yuli beruntung mendapatkan dua tiket saku

Reporter Jakarta Tribunnews.com, Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan, atlet andalan Indonesia Eko Yuli sebenarnya siap untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2020 dan PON 2020 Papua di Papua. Pandemi Covid-19 akan terjadi tahun depan, sehingga ditunda.

Meskipun ditunda, Eko masih beruntung menerima plakat nasional dan subsidi dari pemerintah daerah Jawa Timur.

Bahkan, terutama untuk Provinsi Jawa Timur, atlet yang dikirim kembali ke negara itu menerima biaya makan tambahan sebesar Rp 150.000.

“Alhamdulillah, tidak ada masalah (tunjangan pelatihan nasional), tetapi akomodasi itu bukan karena mereka tidak dilatih di Kvinj. Karena mereka tidak dapat membayar akomodasi dan makanan secara langsung,” kata Eko Yuli kepada wartawan, Senin (5/5) 2020). “Ini untuk orang Jawa Timur, yang lain tidak tahu. Karena orang Jawa Timur memberi tahu para atlet untuk pulang dan berlatih di rumah dengan lensa zoom sehingga mereka dapat terus dipantau, dan uang saku penuh, hanya karena ada pelatihan keluarga. Tambahkan 150.000 rupee sehari untuk uang makan, “jelasnya.

Selain itu, Eko Yuli menjelaskan bahwa tunjangan bulanan di daerah tersebut termasuk tunjangan makanan.

“Karena dia memiliki mahkota dan perlu berolahraga di rumah, cara menghasilkan uang secara otomatis dan cara makan, KONI perlu meningkat 150.000 setiap hari. Tetapi dia harus bekerja di restoran atau restoran, dan KONI akan membayar mereka secara langsung. Kami mengatakan:” Misalnya: , Saya ingin memesan makanan di Bekasi, saya ingin memesan makanan di tempat terdekat, penting asalkan hari berakhir pada 150.000. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *