Zainudin Amali, dua Menpora yang terjebak dalam korupsi, tidak ingin menjadi “ Hatrick ”

Reporter Jakarta Tribunnews.com, Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan bahwa dia tidak akan mendaftar untuk “hattrick” dengan menginstruksikan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hat-trick yang dimaksud adalah kemunculan Menpora dalam kasus korupsi dari dua periode menteri sebelumnya – kita tahu bahwa kementerian memang berpartisipasi dua kali dalam kasus korupsi. Kasus pertama terjadi pada kasus Menpora Andi Mallarangen, pada tahun 2012 adalah kasus Stadion Hambalang di Bogor, Jawa Barat.

Kasus kedua adalah kasus Menpora Imam Nahrawi, yang masih dalam persidangan dan pendanaan KONI telah menyeret nama Taufik Hidayat, mantan pemain bulu tangkis Indonesia.

Pernyataan Menpora Zainudin Amalai menyebutkan penjelasan Taufik Hidayat tentang Kemenpora di podcast Deddy Corbuzier.

Taufik sudah bekerja di Kemenpora. Kebetulan di bagian Satlak Prima. —Dia menyebutkan dalam podcast bahwa setengah dari gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga ditempati oleh “tikus”.

Mengenai pernyataan Taufik, Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa dia tidak akan mengubah struktur manajemen Kemenpora.

Dia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden, dia berkomitmen untuk membuat Kemenpora lebih bersih sesuai dengan instruksi Presiden. Joko Widodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *