Saat perbaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali tak mau menandatangani dokumen tanpa dua hal yang dilampirkan tersebut

Tribunnews.com reporter Abdul Majid report

JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Dinas Olahraga Pemuda saat ini sedang dalam debat publik.

Pidato Taufik Hidayat, mantan pebulutangkis Indonesia sempat menjadi perhatian. — Taufik mengungkapkan, separuh bangunan di Kemenpora dihuni “tikus”.

Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan pendekatannya untuk perbaikan tata kelola di kantor Kemenpora. Antara lain dengan meningkatkan penghormatan terhadap Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) pejabat Kemenpora.

Ia mengatakan bahwa sebelum menjabat sebagai ketua, LHKPN pada awalnya menyumbang “kurang lebih 50% sampai dengan 60%”, namun sekarang di bawah kepemimpinannya tumbuh menjadi 99,42%.

“Sebelum saya masuk level kepatuhan regulasi, itu masih 50%. Begitu masuk, meningkat drastis menjadi 99,42%,” kata Menpora dalam artikel singkat yang dimuat kepada Tribunnews, Jumat (15/5/2020). -Menpora mencontohkan, jika kedua hal itu LHKPN dan SPT tidak dilampirkan, mereka tidak bersedia menandatangani dokumen.

“Saat berbisnis dengan saya, saya selalu minta melampirkan fotokopi LHKPN dan SPT sebelum menandatangani. Misalnya yang ingin berurusan dengan promosi. Kalau tidak melampirkan fotokopi LHKPN dan SPT, saya tidak akan Masuk kapan saja. “Menpora menjelaskan. Sesmepora Gatot S Dewa Broto, buru-buru buat yang belum melapor.

“Iya (masih hilang), saya perintahkan Pak Sethmebola untuk mendesaknya agar melapor. Kalau dia kuat akan saya umumkan. Tapi saya ucapkan terima kasih dengan posisi 99,42%, karena sebelumnya hanya 50%, “Dia berkata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *