Maria Lawalata dipertemukan kembali dengan keluarganya

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Pahlawan olahraga Indonesia Maria Lawalata tidak lagi menghadapi masalah hukum.

Peraih medali emas yang mengkonfirmasi bahwa gugus tugas Indonesia membela kejuaraan Asian Games Tenggara Filipina 1991 telah dirilis. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) adalah polisi di wilayah utara Jakarta pada hari Senin. (

27 Juli 2020.) “Ya, kasus Maria Lawalata telah diselesaikan oleh pengadilan. Tentu saja, Menpora, Zainudin Amali, Kementerian Pemuda mengatakan:” Olahraga dan olahraga akan Tertarik pada mantan atlet yang telah mencapai prestasi dan memiliki nama negara dan negara yang harum. Senin (27/7/2020) Akademi Pemuda dan Olahraga Jakarta.

Maria Lawalata dilepas usai kunjungan Pakar Menpora Pol Uden Kusuma Wijaya, Mabes Jakarta Utara dan Jakarta Utara Pertemuan dengan Kapolri, Kapolri Budhi Herdi Susianto .

“Kasus Maria Lawalata diselesaikan di luar pengadilan dan dia juga dibebaskan. . Kedua pihak sepakat untuk tidak mengambil cara hukum, “kata Uden, yang juga bertanggung jawab atas Jakarta (Asprov DKI) Jakarta.

Mengenai permintaan langsung Maria Lawalata ke salah satu petugas polisi, Uden (Uden) ) Juru bicara Menpora Zainudin Amali mengeluarkan utang Rp 150 juta mengatakan tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Ini sudah selesai, tidak perlu menyebut namanya. “Pakar Menpora berkata.

Menghubungi Maria Lawalata (Maria Lawalata) dan mengakui bahwa dia bersama keluarganya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membantunya.

” Saya ingin berterima kasih kepada Zainudin Amali Pak, Bp. Uben dan Bp. Hinca Panjaitan, ia juga anggota Komite Ketiga DPR RI dan Bp. Hifni Hasan dan bantuan SIWO PWI Center “, Maria Lawalata menjelaskan. Ia mengatakan bahwa masalah ini merupakan pelajaran yang sangat berharga baginya. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *