Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti menerima bonus dari Djarum Foundation Sports Service

Pebulutangkis TRIBUNNEWS.COM-PB Djarum Club di Jakarta kembali bersyukur atas prestasi Bakti Sports Djarum Foundation di seluruh dunia. Kali ini tim ganda Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti berhasil meraih penghargaan, mereka baru saja meraih gelar juara bulu tangkis bergengsi, All England Open 2020 pada pertengahan Maret lalu. Secara sepintas, pemberian penghormatan kepada Praveen / Melati sebenarnya dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah tentang tata cara kesehatan pada masa pandemi Covid-19 yang secara fisik mengasingkan semua orang.

Upacara maya ini diadakan di berbagai lokasi, dihadiri oleh Direktur Olahraga Yayasan Bakti Djarum Yoppy Rosimin (dari Kudus, Jawa Tengah), Praveen Jordan / Melati Daeva dan pelatih ganda campuran, Nova Widianto (dari Pelatnas, Cipayung) , Jakarta) dan pelatih ganda campuran Richard Mainaiky (dari Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara). Acara tersebut diselenggarakan oleh Yuni Kartika dari Jakarta pada Kamis (11/6). Puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Indonesia mengikuti acara ini.

Pada All England Open 2020, Praveen Jordan / Melati Daeva Oktaviani (Melati Daeva Oktaviani) mengatasi perlawanan sengit Thailand, Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai Berkat kompetisi rubber drama partai puncak yang digelar di Birmingham Arena, Minggu (2020/3/15) ini, hasilnya masing-masing 21-15, 17-21, dan 21-8. Sports Djarum Foundation memberikan deposito BCA sebesar Rp 200 juta kepada Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktaviani. Selain itu, dua bonus senilai Rp 25 juta diberikan dalam bentuk voucher Blibli.com. Karenanya, Praveen / Melati mendapat total Rp 450 juta.

Yoppy Rosimin, Project Director Djarum Foundation dan Ketua Umum PB Djarum, mengatakan pemberian bonus ini merupakan insentif bagi Djarum. Kedua atlet PB Djarum itu meletakkan dasar.

“Bonus ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kerja keras Praveen / Melati untuk sukses di All England Championship 2020. Saya optimis Praveen / Melati bisa menjadi Tontowi / Yoppy berkata:” Pengganti Liliyana di masa depan akan membawa lebih banyak gelar ke Indonesia. Bagi Praveen, menjuarai All England Tournament 2020 sangat istimewa. Gelar game bergengsi ini menjadikan Praveen yang pertama menjuarai All England Mixed Doubles dua kali, dua pemain putra Indonesia yang berbeda. Praveen sebelumnya pernah menang. Meraih gelar juara bersama Debby Susanto di All England League 2016.

“Tentunya kami bangga bisa meraih gelar juara di turnamen besar seperti All England. Hal tersebut tidak lepas dari peran klub, pelatih dan PBSI yang mengasah kemampuan kami, sehingga pencapaian besar ini bisa kami raih. Dengan bonus ini, yang terpenting bagi saya adalah terus bekerja keras agar saya bisa meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan dan mengharumkan nama negara ini di dunia. Melati. Dara kelahiran Banten 26 Oktober 1994 ini juga mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation, PB Djarum PB, serta pelatih Nova Novadian dan Richard Mainaky atas dukungannya yang kuat sehingga memungkinkan dirinya dan Praveen meraih prestasi kelas dunia. – “Terima kasih atas kepercayaannya. Kami belum memperhatikannya. Bonus ini menjadi motivasi bagi Praveen dan saya untuk terus meraih kesuksesan yang berkelanjutan,” kata Melati.

La Praveen / Melati berada di peringkat keempat dunia dengan 80.247 poin pada turnamen 2020 di Inggris. Mereka naik menjadi juara ganda campuran Jepang, yakni Yuda Watanabe / Arisa Higashino. Tapi yang pasti Praveen / Melati (Praveen / Melati) mulai berada di garis depan peringkat dunia.

Melihat kembali game sebelumnya, Praveen / Melati mengalahkan semua tiga ganda campuran teratas di dunia. Berhasil melipat pasanganSaudara-saudara Thailand Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai menduduki peringkat ketiga dunia pada All England Open 2020 / Huang Dong Ping berpartisipasi dalam Denmark Open 2019. Selain menjadi pembunuh besar, Praveen / Melati juga menjuarai kompetisi bergengsi lainnya yaitu Prancis Terbuka 2019. Saya datang. Sepeninggal Owi / Butet, sudah dua tahun Indonesia menduduki peringkat pertama dunia di bidang ini. Semoga dalam waktu dekat Praveen / Melati bisa menggantikan posisi ini, ‚ÄĚkata Yoppy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *