Kisah seni bela diri Chris John memberi juara ringan WBA

Diberitakan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Mantan petinju nasional Chris John berbagi cerita tentang petinju profesionalnya. Terlibat dalam seni bela diri.

Kemudian pada tahun 1996, Chris pindah dari sekolah seni bela diri untuk fokus menjadi petinju profesional.

“Pada tahun 1996, saya menjadi pemain profesional. Di Gimnasium Profesional Semarang saya juga ada pencak silat. Kerjasama dengan pencak silat sangat baik. Saat pameran di Jakarta saya menang. Waktu itu saya olah raga laut tahun 2007 Pilihannya, ”ujarnya, Kamis (6 Juni 2020). Tidak perlu bermain terus menerus. Engkau harus mengubah berapa kali perutmu menghadap wajahmu, ”jelasnya. Tak hanya itu, ketika Chris berhasil menjadi juara dunia kelas ringan tahun 2003, dia pun sudah mulai meninggalkan … sensasionalmu.- — “Pada tahun 2003, saya memenangkan kejuaraan dunia dan saya fokus pada tinju. Jadi saya tidak bisa pergi ke cabang lain. Intinya adalah berkonsentrasi, “terangnya.

Tentang masa kejayaan tinju Di awal tahun 2000-an, Chris tak memungkiri bahwa popularitas olahraga membuat namanya bersinar. Nah, begini Saya sangat menguatkan nama saya kali ini. Saya sangat bersyukur untuk itu, ”ujarnya. Chris yakin bahwa olahraga tinju tanah air saat ini masih diminati, namun belum mendapat perhatian yang cukup sehingga olahraga tersebut seolah-olah tidak menjadi daya tarik. “Jadi sekarang animo masyarakat masih besar kan? Talenta yang menentang tinju dan tinju berpotensi meraih sukses di dalam dan luar negeri. Sayangnya, pertandingan tinju seperti mati suri,” ucapnya.

Melihat ini, Chris, setelah menggantungkan sarung tinju, siap untuk turun gunung dan menjadi penggagas pertandingan tinju. “Saya akan pensiun sebagai salesman.” Itu sebabnya saya kecanduan promotor. Jika Anda tidak berpikir tentang tinju, jangan berharap tinju kami berhasil dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *